Air Terjun Madakaripura sering dikait-kaitkan dengan legenda muksanya Maha Patih Gajah Mada. Air terjun ini berada di Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Untuk menuju ke lokasi ini, kita harus berjalan kaki sejauh dua kilometer dari tempat parkir kendaraan.
Perjalanan menyusuri sungai berbatu dan dinding bukit menjadikan
pengalaman yang sulit dilupakan. Gemericik air yang mengalir di sela
batu-batu besar, suara binatang yang bersahutan di balik semak-semak,
burung-burung hutan yang sesekali terbang melintas, menggambarkan
asrinya alam sepanjang perjalanan menuju air terjun ini.
![]() |
| Air Terjun Madakaripura |
![]() |
| Patung Gajah Mada |
Beberapa catatan menyebutkan, setelah perang Bubat yang legendaris
itu,Patih Gajah Mada mencoba menyepi disini. Ia merasa gagal mewujudkan
sumpahnya menyatukan Nusantara. Sehingga menenggelamkan diri dlam
kesunyian dan terus berdoa pada Sang Pencipta. Sampai akhirnya, ia
meninggal dalam kesunyian yang tiada tara.
![]() |
| Indah |
Di luar mitos ini, Madakaripura dikenal sebagai tempat wisata alam
terbuka yang menonjolkan daya tarik air terjun dengan ketinggian sekitar 200 meter. Air terjun ini berkumpul di relung sempit berdiameter 25 meter dengan kedalaman kurang lebih 7 meter.
Kawasan wisata ini berada pada ketinggian 620 meter dpl, dan
terletak di kawasan Tengger, tak jauh dari Gunung Bromo. Air terjun
Madakaripura ini berasal dari aliran sungai di kawasan Bromo. Tak heran
jika dari atas air terjun ini seringkali menjatuhkan kayu maupun
batu-batu besar. Di air terjun ini, pengunjung akan dengan mudah melihat
pelangi yang muncul karena pembiasan cahaya matahari oleh air yang
jatuh dari atas.
![]() |
| Pelangi |
Sebenarnya ada lima air terjun di kawasan ini. Namun yang bisa terlihat
dengan mudah adalah tiga air terjun. Sementara dua lainnya, tersembunyi
di balik air terjun yang lain. Tiket masuk ke air terjun ini sebesar Rp
2.500/orang.
Di tengah tebing, di balik air terjun yang paling besar, terdapat rongga
menganga yang melintang secara horisontal. Penduduk setempat percaya,
di lubang inilah Sang Patih Gajah Mada biasa duduk diam, bersemedi dalam
keheningan rasa.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar